NOW you can learn to be entrepreneur!
CURY si Hiu Kolam jadi Hiu LAUTAN
Kisah Inspirasi ENTREPRENEURSHIP
|
Antonius Tanan
Bacaan untuk Usia 10 sd 100 tahun
BACAAN UNTUK USIA 10 S/D 100 TAHUN
---------------------------------------------------------------------
Namanya Curious, ia akrab disapa Cury. Ia seekor hiu kecil yang bermata jeli, tajam, bertubuh putih keperakaan dengan sirip-sirip halus, dan bermulut unik dengan moncongnya yang sedikit tajam kedepan. “Srrttttt...” si Cury hiu kecil yang lincah bisa melesat seperti kapal pemburu yang tengah mengincar musuh. “Byar, byar...” tubuhnya putih tampak keperakan ketika ia bergerak cepat bagai sinar yang berpendar-pendar mirip cahaya di malam hari yang gulita.
Cury lahir dan hidup bahagia di sebuah kolam buatan yang terletak di tepi pantai kepulauan Dua Ribu. Ia tinggal bersama ayah dan ibunya beserta adik-adik dan sepupu-sepupunya. Di kolam buatan ini tidak hanya keluarganya saja yang tinggal di situ, namun ada beberapa ekor ikan hiu lain yang telah berkeluarga maupun yang belum dan juga yang masih kecil seperti dirinya.
Kolam buatan ini milik seorang entrepreneur sukses yang akrab dipanggil Pak Harno. Pulau Dua Ribu luasnya tidak besar, hanya sekitar 10 kali lapangan bola. Di Pulau Dua Ribu Pak Harno juga membangun dermaga, penginapan, kolam renang, lapangan golf, rumah makan, dan kebun kelapa.
Pak Harno seorang entrepreneur atau kerap orang menyebut seorang pengusaha yang sukses. Hidupnya selalu diisi dengan menciptakan ide-ide kreatif yang bisa memberikan lapangan kerja bagi orang lain. Pak Harno sangat kagum pada seorang pengusaha yang sudah lama menjadi entrepreneur, namanya Dr.Ir.Ciputra. ia cukup lama mengenalnya, mereka kerap saling bertemu dan berbagi pengalaman.
“Semua yang kumiliki ini selain dari Tuhan, juga berkat dukungan yang diberikan Bapak Ciputra,” katanya saat peresmian kolam ikan yang dihuni Cury. Pak Ciputra adalah penggagas sekaligus pengembang kawasan wisata Pantai Ancol yang terkenal, dari dermaga Ancol kapal-kapal cepat milik Pak Harno membawa para pelanggannya ke pulau Dua Ribu. Dr.Ir Ciputra yang pernah mewakili Indonesia pada ajang EY World Entrepreneurship di Monaco tahun 2008 dalam sambutannya di acara peresmian acara pembukaan mengatakan: |
“Seorang seorang entrepreneur adalah seseorang yang mampu mengubah kotoran dan rongsokan menjadi emas. Contohnya adalah pak Harno, ia berhasil mengubah pulau gersang, sepi dan tak berpenghuni ini menjadi sebuah tempat yang indah, menyenangkan dan dikagumi para pelancong..”
Pak Ciputra memandang sejenak ke pak Haryo dan ia melanjutkan:” Pak Harno, bapak telah berhasil menciptakan peluang, berinovasi dan berani mengambil resiko yang terukur. Itulah tiga ciri seorang entrepreneur yang inovatif..”
Pak Harno Mengembangkan Kolam Ikan Hiu
Ayah dan ibu Cury, lahir di lautan luas namun ketika mereka masih sangat kecil tertangkap oleh pak Dodo seorang nelayan dan pak Dodo kemudian menjual sejumlah 17 ikan hiu kecil itu kepada pak Harno.
“Pak Harno, saya tahu pak Harno cinta binatang laut, ini ada 17 hiu kecil, bapak pelihara ya ini ikan yang lucu dan bisa jadi besar kelak..”
“Boleh pak Dodo, saya memang ingin memelihara ikan hiu..”
Pak Harno kemudian memerintahkan orang untuk membuat kolam ikan yang luas di tepian pantai lengkap dengan jeruji besinya yang kokoh yang sekaligus memisahkan dan membentengi kolam itu dengan lautan luas. Ikan-ikan hiu yang pada awal dibeli masih kecil-kecil itu, untuk sementara ditampung di kolam yang sesuai dengan ukuran tubuh mereka.
Ketika mereka semakin besar dan Pak Dodo datang lagi dengan membawa beberapa ikan hiu, Pak Harno akhirnya menyuruh para pegawainya untuk melepas ikan-ikan hiu itu di kolam berjeruji besi yang dibangun di laut dangkal menyatu dengan pantai. Di sanalah para hiu itu berkumpul dan berkembang biak dan Cury menjadi generasi kedua kawanan hiu ini dan generasi pertama yang lahir di dalam kolam.
Seiring berjalannya waktu, Cury dan teman-temannya tumbuh jadi hiu remaja. Kolam ikan di bibir pantai ini terlihat semakin kecil. Jeruji besi yang membentengi kolam dengan samudra luas, semakin lama semakin aus dan mulai keropos dimakan air laut yang asin. Hingga suatu hari, terjadi hal yang menggemparkan di sekeliling kolam.
“Waduh bahaya datang, kita harus siaga!” ujar ayah Cury cemas.
“Bahaya apa, Yah?”
“Air laut meninggi, kolam kita akan hancur, kita akan terhempas ke samudra, ke lautan luas! Cury, kamu jangan berada jauh dari kami, Nak!” perintah ayahnya.
Cury tampak bingung. Ibunya pun demikian.
“Apa yang harus kita lakukan?” tanya ibu Cury dengan mimik ketakutan. “Jika kita terhempas ke lautan luas, kita akan dimangsa ikan-ikan hiu buas dan ikan pemangsa lainnya. Dunia di luar kolam kita sangat kejam!” katanya lagi.
Ayah Cury menuturkan:”Duh, kapok, kapok, kapok aku jangan sampai kita semua masuk lautan luas lagi. Cukup aku dan para pendahulu kalian yang yang merasakan betapa kejamnya lautan samudra. Kami dulu, ya dulu sekali, dengan semangat hiu muda perkasa berhasil membengkokkan besi pembatas dan pergi keluar, kabur dari kolam secara berombongan...”
Hiu-hiu generasi kedua makin membuka matanya seakan mendengar sebuah cerita petualangan. Namun semangat mereka surut karena dengan muka seorang yang kalah ayah Cury melanjutkan:
“Lautan samudra ternyata sangat-sangat menakutkan, ada begitu banyak penghuni lain, besar dan juga kecil, ada batu-batu karang yang tajam, arus airnya bergerak dan kadang bergelora, wah sangat tidak nyaman. Disana menyadari bahwa kami hanyalah sekelompok hiu-hiu kolam, kami bukan hiu lautan yang gagah perkasa, ayah dan teman-teman ayah tidak sanggup mendapatkan makanan di lautan luas, akhirnya kami semua semua kelaparan dan semua sepakat untuk kembali ke kolam pak Harno”.
Lautan luas yang sesungguhnya kaya dengan persediaan makanan untuk hiu ternyata di tempat itu ayah Cury dan rombongannya tidak berhasil mendapatkan makanan sedikitpun. Di lautan luas dimana seharusnya hiu dikenal sebagai raja lautan ternyata menjadi mahluk yang tak berdaya dan ketakutan. Akhirnya mereka bersama –sama kembali ke kolam pak Harno karena hanya di kolamlah makanan selalu tersedia dengan jumlah dan jadwal yang teratur. Setelah Pak Harno dan para pegawainya menemukan bahwa para hiu kolam yang melarikan diri akhirnya kembali ke kolam mereka kemudian memperbaiki besi-besi yang bengkok. Sejak peristiwa itu, tidak pernah ada hiu kolam yang berani keluar dari kolam buatan, pengalaman traumatis hiu kolam generasi pertama ini selalu diceritakan ulang dengan dramatis kepada hiu kolam generasi berikutnya.
Berdasarkan pengalaman hiu generasi pertama, ikan-ikan hiu generasi kedua yang ada di kolam diajarkan untuk takut keluar dari pagar besi pembatas itu.
“Jangan dan jangan sekali-kali keluar dari kolam..!”
“Lautan sangat menakutkan, tidak ada jaminan makanan yang teratur..!”
“Sungguh tidak ada rasa aman di dalam lautan samudra...!”
“Cari makan di lautan luas itu sulit, penuh resiko dan banyak mahluk kejam...!”
“Kita adalah hiu kolam, kita bukan hiu lautan dan kita tidak pernah bisa jadi hiu lautan...!
Dalam benak hiu kolam generasi pertama sudah terpatri bahwa dunia di luar pagar besi, yang sesungguhnya menyediakan begitu banyak peluang adalah sebuah dunia bukan untuk mereka. Dengan keyakinan bahwa dunia di luar sangat berbahaya, para tetua hiu akhirnya membuat peraturan penting untuk seluruh warga kolam, khususnya untuk anak-anak mereka; seluruh warga hiu kolam dilarang untuk mendekati pintu jeruji besi, para tetua hiu kemudian membuat garis pembatas yang mereka namakan Garis Batas Daerah Nyaman. (Bersambung)
Sungguh Novel yang sangat bagus dan patut di tiru Cerita CURRY si Hiu Kolam jadi Hiu Lautan membuat semangatku ber energi lagi untuk membagun pondasi yang pernah gagal dan aku pasti bisa kini saatnya mendapat jawaban meski menjalani proses yang sangat berat,namun sebagai manusia berkarakter bukanlah suatu alasan untuk mencapai keberhasilan tentunya perlu pengorbanan.
BalasHapussetelah aku sadar dari tidur ternyata negriku Indonesia lebih subur pabila otak berjalan
terimakasih Pak Antonius Tanan, Semoga aku bisa menjadi Entrepreneur dan tak menjadi orang sombong ,tetapi menjadi orang yang bisa berbagi pengalaman dalam kesuksesan dan bisa mengembangkan dan menciptakan ide ide dalam dunia bisnis untuk mencapai kesuksesan salam Entrepreneur.
Novel yang sarat dengan motivasi utk berani keluar dari Zona Nyaman.
BalasHapusSelama ini saya sadar masih hidup sebagai Hiu Kolam.. Tetapi seperti Curry, ada hasrat yang tersimpan dalam hati saya untuk suatu hari masuk ke dalam "samudra luas". Banyak "hiu-hiu lautan" yang sudah pernah mengajak saya dan membangkitkan hasrat saya untuk meninggalkan "kolam" saya. Tetapi masih ada kekuatiran-kekuatiran yg harus saya kalahkan terlebih dulu.
Membaca novel ini, membuat saya semakin sadar bahwa saya memang diciptakan untuk menjadi Hiu Lautan.
Terimakasih banyak buat novel nya Pak..
Matur nuwun Pak Anton...sangat inspiratif! saya rasa ini bacaan baik bukan hanya untuk usia 10-100 thn, melainkan dr 0 bulan sejak bayi di dalam kandungan :) Salam 3 Jari Pak!
BalasHapus